Duo Backpacker Explore Jawa Timur (Batu Malang) Part 2

Assalamualaikum wr.wb

Hallo apa kabar semuanya ???. Semoga baik-baik yaa hehehe… Kali ini gua mau cerita tentang kelanjutan perjalanan gua Duo Backpacker Explore Jawa Timur ( Banyuwangi ) Part 1 . Untuk destinasi di jawa timur yang gua tuju selanjutnya adalah Batu Malang. Kenapa kami berdua memilih Batu Malang, kenapa gak Bromo aja… ? Karna kami setelah lelah-lelahan dengan mendaki kawah ijen, serta pergi ke pantai yang perjalanannya jauh dan medannya rusak, kali ini kami ingin ke tempat wisata yang santai-santai saja dan hanya untuk ngopi-ngopi saja hehe… maka diputuskanlah untuk pergi ke Batu Malang saja.

Oke skip, Dari stasiun karangasem kami berangkat ke Malang menggunakan jasa angkutan kereta api. Kami menaiki kereta api kelas ekonomi yaitu Tawang Alun yang dijadwalkan berangkat pkl. 05.15 WIB. Wauuuuww pagi banget ya wkwwk… tapi tenang di daerah Banyuwangi ini pkl 05.00 pun sudah terang karena tau sendirilah letaknya di paling ujung timur Pulau Jawa. Oke lanjut hehe.. Tiket kereta api Tawang Alun seharga Rp. 62.000,- Dan kami telah membelinya seperti biasa lewat aplikasi. Pukul 04.30 WIB kami pun pamit kepada Pak Subur dan Bu Dewi sang pemilik penginapan, kami pun berdua bergegas untuk sarapan pagi dulu di sebelah penginapan yang terdapat rumah makan. Setelah sarapan kami pun mencetak tiket untuk proses boarding.

Cetak tiket dulu sebelum boarding masuk peron stasiun

Perjalanan kali ini memakan waktu tempuh sekitar 7 jam 20 menit, kami pun bersiap untuk menaikki kereta. Pukul 05.15 tepat pada jadwal yang ditentukan kereta api di berangkatkan. Di dalam gerbong kami mendapatkan tempat duduk yang didepan kami tidak ada orangnya sampai stasiun Malang, Alhamdulillah bisa selonjoran wkwkwk. Di kereta kegiatan gua ngedit-ngedit video yang kemarin di Banyuwangi, lumayan lah membuat perjalanan gak berasa hehe.

Kereta Api Tawang Alun meninggalkan stasiun Karangasem.
Bangku depan kosong jadi di isi sama Eddy.

Pukul 12.35 WIB kami pun tiba di stasiun Malang, gua pada saat itu langsung menghubungi jasa penyewaan motor. Motor kami sewa seharga Rp. 70.000,-/hr , kami menyewa untuk 2 hari. Kami ditawarkan menambah Rp. 10.000 dan mengembalikannya nanti pada saat kereta mau berangkat pulang ke Jakarta…oke gak usah pake pikir lama kita langsung deal. Setelah kunci motor sudah dipegang kami pun langsung mencari makan siang, dan tujuan kami adalah Bakso Presiden yang terkenal bagi wisatawan kalo ke Malang. Sekitar 15 menit dari stasiun Malang, lokasinya persis berada di pinggir rel kereta api….wauwww ngeri-ngeri sedap wkwkwk. Menu dan harganya variatif ada bakso sapi,bakwan malang, bahkan ada yang berisi jeroan.

Setelah kami selesai makan,kami langsung mengarah ke Batu Malang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Kami mencari penginapan kami yang bernama Sahar Backpacker yang lokasinya berada di kota Batu Malang, letaknya strategis 10 menit ke alun-alun, 5 menit ke museum angkut dan 10 menit ke Jatim Park. Harga penginapannya pun murah meriah sekitar Rp. 95.000/malam dengan fasilitas bebas minum kopi,teh sepuasnya, masak mie sepuasnya, dan sudah termasuk sarapan. Penginapannya pun bersih, recomended deh pokoknya..bisa dipesan melalui aplikasi Booking.com dan Traveloka.

Setelah sampai di penginapan kami pun berisitrahat, dan pada malam hari selepas isya kami pun pergi ke alun-alun kota Batu. Di alun-alun batu ramai pengunjungnya mayoritas muda-mudi, mungkin karna tempatnya asyik buat nongkrong kali yaa. Di sini terdapat bianglala mini dengan tiket Rp 5.000 kalo ingin naik, kami pun tertarik mencobanya. Oh iya disini juga banyak penjual makanan, jadi jangan khawatir kelaperan wkwkk.

Terdapat Bianglala di alun-alun dan banyak papan himbauan dilarang merokok.
View dari atas bianglala
Makan sate dengan diiringi musik oleh musisi jalanan.

Puas bermain di alun-alun kami memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat. Keesokan harinya kami pergi ke tempat wisata taman langit gunung banyak, disini terdapat tempat untuk bermain paralayang. Tak beda jauh seperti di Puncak Bogor.

Papan selamat datang di Wisata Gunung Banyak daerah Batu Malang.
View seperti ini sering kita jumpai di Puncak Bogor.

Setelah puas menghirup udara segar di wisata gunung banyak, kami pun segera menuju tempat yang selanjutnya yaitu Coban Rondo. Sebelum ke Coban Rondo kami bermain sebentar di taman labirin, yang letaknya masih 1 kawasan dalam Coban rondo.

Si Eddy yang sedang gua arahin untuk keluar dari labirin wkwk.

Nah setelah itu…kami langsung menuju Coban rondo. Coban/curug/grojogan atau yang biasa disebut air terjun ini memliki total tinggi sekitar 84 meter.. wauuww tinggi sekali yaa . Harga tiketnya sebesar Rp 15.000,- parkir motor sebesar Rp. 4.000,-. Parkirannya luas, bahkan bus-bus besar pun bisa sampai masuk kesini. Di parkiran coban rondo banyak sekali di dapati monyet-monyet yang berkeliaran. Untuk kalian yang kesini harap berhati-hati apa bila membawa makanan, jangan sampai kalian membawanya dengan cara di tenteng.. nanti pasti kalian di kerubungi dan direbut makanannya, seperti gua lagi enak-enak makan pentol (cilok) eh langsung di kerubungi, eiittts tetapi monyet-monyet pada kalah cepet sama gua wkwkwk.. makanannya gua habisin dulu hehe… kasihan deh lo MONYET !!! Wkwkwk..

Disekitar pohon itu banyak banget monyet-monyetnya.
Gapura menuju Coban Rondo
Perhatikan titik kecil dibawah Coban itu adalah manusia, jadi kebayangkan tingginya ???
Apa yang sedang saya lihat hayoo ?

Jam makan siang pun sudah tiba, perut pun sudah keroncongan. Waktunya sekarang mencari makanan.. berbekal rekomendasi dari pemilik penginapan kami pun pergi ke salah satu desa yang letaknya tak begitu jauh dari coba rondo ini yaitu desa Pujon Kidul. Hasil dari ide para karang taruna setempat, di desa itu sebuah sawah di sulap menjadi cafe yang berupa saung-saung dari bambu dan taman-taman yang ditumbuhi bunga-bunga yang indah. Tiket masuk sebesar Rp . 8.000,- dan kita mendapatkan kupon free sebesar Rp.5000,- yang bisa ditukarkan dengan makanan atau minuman. Menu disini variatif, dari yang ringan seperti cemilan atau yang berat seperti nasi. Kami pun memesan makanan berupa nasi+ayam bumbu rujak+bakwan jagung+sayur nangka+krupuk. Kupon free yang Rp. 5.000,- digabungkan dan menjadi total Rp. 10.000,- dan kami tukarkan dengan singkong goreng keju. Kami gak menyangka ternyata singkongnya dapat banyak banget, sampai-sampai kami bawa pulang dan kami beri kepada yang punya penginapan. Menurut saya ini ide yang sangat brilian dari karang taruna setempat, bisa membuat konsep yang unik dan bisa memikat banyak pengunjung.

Banyak berupa saung-saung dan masih banyak lagi sebagian dalam proses pembangunan
Dengan view perbukitan menjadi lebih menarik bagi pengunjung.
Saungnya tertata rapih dan banyak, jangan khawatir tidak kebagian tempat.
Menu makan yang kami pesan

Setelah makan kami tadinya mau berendam dikolam pemandian air panas cangar, namun karna kondisi hujan kami pun hanya berendam di kolam air panas songgoriti. Tak ada dokumentasi disini karna kondisi sedang hujan, setelah berendam kami pun langsung kembali ke penginapan mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Malam hari kami memutuskan hanya mencari makan di alun-alun Batu, setelah itu kembali ke penginapan untuk istirahat. Besok pagi sebelum chek out kami menyempatkan untuk berbelanja oleh-oleh terlebih dahulu untuk keluarga tercinta. Apalagi kalo bukan apel malang dan kripik apel malang, itulah oleh-oleh khas kota Malang. Pukul 12.00 WIB kami chek out dan menuju ke stasiun Malang, sebelumnya kami seperti biasa berbelanja logistik dan makan terlebih dahulu agar diperjalanan nanti tidak kelaparan hehe. Kami mengembalikan motor pukul 16.30 WIB karna kereta berangkat pukul 17.30 WIB. Kami menggunakan kereta api Matarmaja tujuan akhir stasiun Ps Senen, dengan harga tiket Rp. 109.000,-. Perjalanan menempuh waktu sekitar 15 jam 50 menit, dan dijadwalkan tiba di Ps Senen pkl 09.20 WIB.

Ruang tunggu stasiun Malang

Sekian perjalanan yang melelahkan kami mengeksplore Jawa Timur, sekitar 1 minggu kami berada di daerah orang lain. Kami belajar banyak hal, bertemu orang-orang baru dan hal-hal baru membuat kami semakin cinta kepada kekayaan di tanah air kita tercinta ini.

Kurang lebihnya mohon maaf atas catatan perjalanan ini, semoga bermanfaat.

Wasalamualaikum wr.wb

Diterbitkan oleh bfajarnuary

Saya hanya seseorang biasa yang memiliki hobi traveling ...

Satu pendapat untuk “Duo Backpacker Explore Jawa Timur (Batu Malang) Part 2

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai