Backpacker ke dieng dan gunung prau

Assalamualaikum wr.wb

Hallo..kawan-kawan semua sesama pecinta traveling, Apa kabar semuanya ?? semoga pada sehat ya…biar kita bisa terus mengexplorasi keindahan yang ada di Indonesia…aseeeek hehehe.

Perkenalkan nama gua Budi Fajar Nuary , kali ini gua ingin sedikit berbagi cerita dan catatan perjalanan gua ke sebuah tempat yang udaranya dingin banget…ya benar sekali tempat itu adalah dataran tinggi Dieng yang terletak di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten wonosobo. Sebenarnya perjalanan ini gua lakukan 2 tahun lalu guys pada tanggal 7-9 oktober 2017, jadi gua baru sempat membagikan pengalaman perjalanan gua pada saat sekarang guyss. Gapapa ya guyss wkwkwk ..hehe

Oke sekarang waktunya kita memulai cinta cerita hehe.. Waktu itu gua pergi bersama 4 orang kawan gua yaitu Ghofar,Eddy,Dani, dan Istiyar yang tergabung dalam komunitas CITRA (Cijago Toll Road Adventure) sesuai dengan namanya kami adalah seorang karyawan dari perusahaan swasta yang bergerak di pengoperasian jalan tol. Oke skip lanjut ke cerita, pada tanggal 7 Oktober 2017 kami ber 5 sudah membeli tiket bus P.O SINAR JAYA jurusan Wonosobo yang berada di agen Simpangan Depok tarifnya pada waktu itu Rp.100.000,- untuk kelas excekutif biasa dengan seat 2-2. Bus akan dijadwalkan berangkat pkl.17.00 W.I.B, dan kami pun datang satu per satu ke titik pemberangkatan di Simpangan Depok. Gua,Dani,Istiyar, dan Eddy sudah ada di tempat dan tinggal tersisa Ghofar secara dia ada acara jadi datang agak sedikit terlambat. Waktu sudah menunjukkan pkl.16.30 W.I.B sedangkan Ghofar belum sama sekali keliatan batang hidungnya, di status W.A nya dia kejebak macet. Kita japri ke dia gak di bales dan kita telpon dia juga gak diangkat, semuanya jadi cemas..masa iya pergi tanpa 1 orang kan gak asik kalo gak lengkap. Dan akhirnya tiba-tiba nih orang dateng dengan santainya cengar-cengir kaya orang tanpa berdosa wkwkwk..Alhamdulillah komplit hehe…

Absen dulu di agen bus PO.Sinar Jaya wkwk
Eddy(depan), Istiyar(kiri), Ghofar(belakang kiri), Dani(Belakang tengah), Gua(Belakang kanan)

Tepat pkl. 17.00 W.I.B bus pun mulai berangkat dari agen, perjalanan pada sore itu cenderung macet dan padat merayap, terlebih setelah gerbang tol pasar rebo sampai ke arah Cikunir dan arah ke Cikampek pengemudi bus ini paling mampu membejek pedal gasnya di sekitaran kecepatan 20 km/jam karna saking padatnya keadaan lalu lintas pada sore itu, mungkin karena faktor jam pulang kantor dan proyek di median jalan tol Jakarta-Cikampek. Dan perjalanan kami habiskan untuk beristirahat di dalam bus.

Waktu menunjukkan pkl. 04.30 W.I.B dan kami pun tak terasa akan sampai di tujuan. Kami meminta sang driver menurunkan kami di plaza Wonosobo karna lebih dekat dengan alun-alun dibandingkan kita turun di terminal Mendolo Wonosobo. Pada Pkl 04.45 kami pun tiba di plaza Wonosobo, setelah turun dari bus sudah banyak micro bus yang berjajar dan menawarkan kami untuk mengantarkannya ke Dieng, berhubung kami ingin menikmati alun-alun kota Wonosobo jadi kami tolak secara halus penawaran mereka guys hehe…

Di alun-alun wonosobo ini guys..kami sempatkan untuk mampir ke masjid Agung yang berada di alun-alun untuk keperluan ibadah ataupun buang hajat di toilet, dan sekalian tempat kami bertemu sama yang menyewakan tenda untuk keperluan di gunung Prau nanti. Murah kok waktu itu sekitar Rp 40.000,-/hari utk kapasitas 5 orang, Solusi yang tepat bagi kalian yang malas membawa barang yang berlebihan ketika traveling wkwkwk…

Setelah bertemu dengan yang empunya tenda kami pun bergegas untuk mencari sarapan dan tempatnya masih di sekitar alun-alun. Dan kami semua memutuskan untuk sarapan mie ongklok makanan khas Wonosobo hehe…masa iya sudah jauh-jauh kesini gak nyobain makanan khas daerah sini yee gaak ? … Mie ini terdiri dari mie (yaiyalah namanya aja mie ongklok), kol, kucai dan yang paling mantapnya yaitu sate sapi yang terdapat 5 tusuk di setiap porsinya lalu mienya di siram dengan semacam kuah kental gitu pokoknya nikmat deh (namanya juga lapar) hehe… harga 1 porsinya murah hanya Rp 15.000,-. Harus nyobain pokoknya kalo kesini !!!

Oke setelah kami mengisi perut, kami lalu berjalan sedikit untuk mencari micro bus yang ke arah Dieng. Dan akhirnya kami dapat micro bus dengan supirnya yang menurut kami asiik, diperjalanan banyak cerita panjang lebar dan sering berbagi canda sama supirnya, inilah yang saya suka dari traveling kita bisa menemukan orang-orang baru dan hal-hal baru.. oh iya naik micro bus ini tarifnya Rp 20.000/org waktu tempuh dari Wonosobo ke Dieng +/- 1 jam. Nah ditengah perjalanan sang supir menawarkan kepada kami untuk diantarkan ke tempat-tempat wisata di Dieng dan untuk perjalanan pulang besok dari dieng ke Wonosobo setelah muncak di gunung Prau. Tadinya beliau membuka harga Rp. 400.000/5 orang, tetapi setelah kami nego dan bercanda sedikit luluh lah sang supir dengan harga Rp. 300.000/ 5 orang. Kalau di hitung-hitung perorang Rp 60.000,- dan ini lebih murah karna kalo di kalkulasikan naik micro bus PP dari Wonosobo-Dieng saja sudah Rp 40.000,- dan itu belum sampai ke tempat-tempat wisatanya yang jaraknya lumayan jauh, kita hanya menambahkan Rp 20.000,-/orang dan tinggal duduk santai tanpa berpindah-pindah angkutan lain menuju tempat-tempat wisata.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Candi Arjuna, Harga tiket masuknya sebesar Rp 15.000,-/org. Bebatuan candinya pun masih tertata rapih dan di komplek candinya pun juga bersih.

Gua sedang memegang bendera CITRA di komplek Candi Arjuna
Ini penampakkan candinya
Muka pada kusut karna kelelahan di perjalanan wkwk

Setelah puas cekrak-cekrek untuk memenuhi kebutuhan galeri Hp dan postingan di media sosial kita beranjak dari tempat ini ke tempat wisata yang berikutnya yaitu kawah sikidang. Harga tiket masuk kawah sikidang sebesar Rp. 15.000,-/org. Aroma blerang sangat menyengat ketika kami sampai, disarankan menggunakan masker untuk menuju ke kawahnya. Kami pun melewati lorong-lorong tenda pedagang untuk menuju ke kawahnya, banyak pedagang dengan menjual hasil pertaniannya dan di olah sedemikian rupa menjadi makanan camilan seperti kentang goreng, jamur crispy dan manisan carica (sejenis buah pepaya yang hanya tumbuh didataran tinggi dieng). Disini juga terdapat arena untuk bermain motor tril, mungkin bagi anda pecinta motor tril sepertinya wajib deh untuk mencobanya hehe…Kami disini hanya sebentar saja karna tidak kuat menghirup aroma blerang di kawah tersebut.

Kami semua menggunakan masker dan buff karna tidak kuat menahan aroma blerang
Tempat arena bermain motor tril
Tepat berada di depan kawahnya

Setelah melihat kawah sikidang kami pun bergegas untuk kembali micro bus, dan sang supir pun mengantarkan tujuan kami selanjutnya yaitu telaga warna. Harga tiket masuk ke tempat wisata ini yaitu Rp 12.500/orang, kami pun langsung berjalan menyusuri pinggiran telaga. Telaganya berwarna hijau dengan udaranya yang sejuk membuat pikiran menjadi plong wkwkwk …Banyak sisa-sisa batang pohon yang tumbang disini. Setelah berfoto-foto kami pun menyempatkan membeli camilan berupa kentang goreng dan jamur crispy yang masih berada dalam kawasan telaga warna ini. Dengan cuaca yang dingin makan yang hangat-hangat dan masih fresh diambil dari hasil pertanian daerah tersebut membuat terasa lebih nikmat hehe..sumpah kentangnya tebel-tebel banget potongannya jadi bikin kenyang wkwkwk.

Ketika Ghofar dan Eddy melakukan sesi pemotretan diatas batang pohon yang tumbang
Kapanpun dimanapun harus tetap senyum wkwk

Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan di angka 11.45, kami pun harus bergegas untuk melanjutkan ke desa patak banteng tempat dimana awal mula untuk pendakian ke gunung prau. Sang supir tadinya mau mengajak kami ke tempat wisata lain, namun berhubung waktunya sudah siang kami memutuskan untuk langsung ke basecamp patak banteng saja. Kami pun berpisah dengan sang supir namun esok nanti dia akan menjemput kami kembali dan mengantarkan kami ke terminal mendolo Wonosobo. Sebelum memulai pendakian kami mampir sebentar di indomaret untuk membeli berbagai macam kebutuhan logistik untuk pendakian nanti, letaknya tak jauh dari basecamp pendakian. Kami pun mendaftar dan membayar simaksi gunung prau sebesar Rp.10.000,-/org dan kami di berikan beberapa kantung plastik sampah agar nanti sampah logistik dibawa kembali ke bawah. Kami mampir sebentar ke warung di sekitar basecamp untuk mengisi perut dan melakukan ibadah sholat dzuhur. Setelah selesai semuanya kami pun siap-siap untuk mendaki, namun baru kami melangkahkan beberapa tapak kaki keluar warung tiba-tiba hujan turun dan kami terpaksa menunda pendakian dan kembali lagi ke warung tersebut. Hujan cukup lama mengguyur di sekitaran Dieng, kami pun memanfaatkannya dengan memejamkan mata agar bisa fresh ketika mendaki nanti. Sebelum Ashar hujan pun reda dan kami memutuskan untuk memulai pendakian setelah melakukan ibadah sholat Ashar. Singkat cerita setelah kami melakukan ibadah sholat Ashar kami pun bersiap untuk memulai pendakian, oh iya disini yang sudah pernah mendaki gunung adalah Ghofar dan Eddy, beliau sudah pernah mendaki gunung yang tinggi-tinggi seperti Semeru dan Rinjani. Dan berbekal pengalaman Ghofar yang sering mendaki gunung, dia seperti paham akan cuaca di gunung dengan melihat awan yang menyelimuti gunung Prau. Dan dia memutuskan oke kita berangkat sekarang !!!… Mendapat atensi dari sang pendaki ulung Ghofar yaudah kita ikuti dengan diiringi doa sebelum melakukan pendakian. Pendakian awal terasa berat karna harus melewati beberapa anak tangga dan itu sangat menguras tenaga dan fisik, namun bisa kami lewati dengan lancar . Singkat cerita di pertengahan pendakian hujan turun dengan intensitas sedang dan kami pun langsung bergegas untuk memakai jas hujan. Insting ghofar memang kuat karena hujan mengguyur tanpa ada petir dan angin kencang karna yang kami khawatirkan bukan hujannya tetapi petirnya terlebih beberapa bulan yang lalu ada pendaki yang tewas tersambar petir. Kami pun bersyukur karna perkiraan Ghofar tidak meleset bahwa kami masih bisa aman untuk mendaki. Dan yang terpenting kami masih berada di dalam lindungan Allah S.W.T

Walaupun hujan harus tetap selfie wkwk
Minus si ghofar yang sudah duluan nanjak beberapa meter di atas wkwk

Hujan pun reda dan kami harus terus mendaki agar sampai puncak sebelum datang gelap. Beberapa kali Eddy terjatuh karna dia hanya menggunakan sandal jepit(ampun dah ah betapa santainya dia naik gunung pake sendal jepit wkwk..). Pukul 17.58 kami pun telah sampai di puncak, tepat di waktu maghrib dan kami harus cepat-cepat mendirikan tenda karena kami khawatir terserang hypotermia akibat dari kehujanan dan sepatu yang basah. Setelah tenda sudah berdiri kami pun mengganti semua pakaian yang kami pakai ketika mendaki agar terhindar dari hypotermia. Dan kami menyiapkan makanan dan minuman hangat agar stamina tetap terjaga dan dapat tertidur pulas agar besok dapat menyaksikan sunrise terbaik dan terindah di pulau jawa hehe…

Suasana di dalam tenda ketika sedang menyantap makanan berupa pop mie dan roti

Waktu menunjukkan pukul 03.45 W.I.B gua pun terbangun dari tidur karna kebelet untuk buang air kecil. Begitu gua keluar dari tenda wauuuwww… Indah banget bintang-bintang yang ada dilangit sumpah, berasa dekat sama kepala kita (wkwkwk lebay ). Setelah buang air kecil gua akhirnya gak bisa tidur lagi. Yaudah gua buka Hp aja untuk lihat galeri foto-foto yang pas di wisata Dieng tadi siang, secara koneksi internet kagak ada wkwk. Sekalian menunggu sunrise hehe. Gak berasa main hp tiba-tiba diluar udah terdengar suara-suara pendaki lain padahal waktu masih menunjukkan sekitar pukul 05.00 WIB . Gua penasaran, lalu gua lihat keluar ternyata udah akan mulai matahari menampakkan diri setelah ke tempat peristirahatannya (aseeek). Gak pake lama langsung gua bangunin yang lain untuk menikmati sunrisenya.

Awal mula matahari akan terbit
Gelap ya guys wkwk
Ketika Istiyar dan Dani lagi bertingkah
Warna sinar yang kuning keemasan atau biasa disebut golden sunrise
Semakin pagi semakin hangat
Gunung Sindoro Sumbing yang selalu setia berdampingan

Setelah puas menikmati sunrise waktunya kami menjemur pakaian yang kebasahan karna hujan kemarin sore. Sembari kita menunggu kering pakaian, kami pun membuat makanan untuk sarapan agar saat turun nanti memiliki stamina yang cukup. Kami membuat mie instan, Agar-agar dan minuman coklat panas dan tak lupa roti, biskuit, wafer kami keluarkan semua untuk di santap hehe…

Tas, sepatu, dan pakaian yang di jemur wkwk
Sarapan dulu guyss

Sarapan telah selesai dan kami pun merapihkan sisa-sisa sampah bekas logistik kami untuk di taruh di kantung plastik sampah dan nantinya akan dibawa kembali ke bawah. Jadi dimanapun kamu berada buanglah mantan sampah pada tempatnya ya hehe… sekitar pukul 09.00 WIB kami berkemas dan merapihkan pakaian-pakaian kami yang telah kering terjemur. Lalu kami membereskan tenda, dan persiapan untuk turun ke bawah . Sebelum melakukan perjalanan turun kami sempatkan berdoa dulu kepada Allah S.W.T atas nikmatnya kami bisa diberikan kesempatan untuk menyaksikan keindahan maha karya ciptaan-Nya . Kami pun turun dengan perlahan dan sangat hati-hati karna track sangat licin bekas hujan kemarin sore , dan seperti biasa si Eddy terpleset 2 kali dan disinilah si Dani mulai tertawa karna melihat Eddy jatuh. Tak hanya itu si Istiyar pun sampai 5 x jatuh bangun saking licinnya track, dan Dani pun sangat kegirangan melihat temannya ada yang jatuh wkwk sampai-sampai si Istiyar sempat kesal karna bukannya di tolongin malah di tertawakan wkwkwk. Gua pun juga jatuh 2 kali namun gak sampai telak karna masih gua tahan sama tangan, bokong gua belum sampai menyentuh tanah hehe jadi si Dani gak bisa menertawakan gua wkwkwk. Setelah hampir sampai di basecamp ada sekelompok perempuan yang baru ingin mendaki, dan kalian tau apa yang terjadi ?? Si Dani yang sedari tadi menertawakan orang terjatuh akhirnya dia merasakan juga, dan jatuhnya sangat telak sampai terlentang tiduran wkwkwk..terlebih jatuhnya tepat di depan sekelompok perempuan itu hahaha. Sontak semuanya tertawa terpingkal-pingkal, dan tau kan siapa yang paling puas tertawanya ??? Ya betul Istiyarlah yang terselesaikan dendamnya wkwkwk..di perjalanan turun hanya Ghofar lah yang gak jatuh sama sekali secara dia pendaki yang berpengalaman hehe.

Kami pun telah sampai di basecamp pukul 10.15 WIB. Kami melapor diri dan menyerahkan sampah kami yang kami bawa turun. Kami pun ke toilet untuk bersih-bersih dan mandi, walaupun airnya sangat dingin seperti air es.

Setelah kami mandi di basecamp patak banteng

Setelah semuanya selesai kami pun menghubungi sang supir yang kemarin mengantarkan kami. Ternyata dia sedang tidak narik dan digantikan oleh temannya, tetapi beliau sudah menghubungi temannya  kalau harus mengantarkan kami ke terminal Mendolo Wonosobo. Kami pun tinggal naik tanpa harus mengeluarkan ongkos lagi.

Sesampainya di depan terminal mendolo kami janjian kepada yang empunya tenda untuk memulangkan tendanya, dan kami pun sangat berterimakasih kepada beliau. Kami pun menyempatkan untuk membeli oleh-oleh khas Wonosobo, setelah itu dilanjutkan untuk makan siang sebelum menaikki bus ke Jakarta.

Isi perut dulu wkwk

Pada saat pulang kami terpisah terbagi dua. Eddy, Ghofar dan Dani menaikki bus jurusan Depok secara mereka tinggal di daerah Depok. Mereka menaikki bus Po. Dieng Indah dengan tarif Rp.100.000,-. Sedangkan gua dan Istiyar menggunakan bus Po. Rosalia Indah jurusan kp.Rambutan secara gua rumahnya di Cipayung dan si Istiyar di Ciracas Jakarta Timur. Tarifnya untuk bus ini Rp. 135.000,- kelas executif dan mendapatkan service makan 1 x. Diperjalanan pulang gua berdua Istiyar waktunya dihabiskan untuk tidur karna mata gua sangat ngantuk secar gua bangun pkl .04.00.

Oke sekian catatan perjalanan dari gua, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga catatan gua bisa bermanfaat untuk kalian yang membaca. Terimakasih wassalamualikum wr.wb

Diterbitkan oleh bfajarnuary

Saya hanya seseorang biasa yang memiliki hobi traveling ...

Satu pendapat untuk “Backpacker ke dieng dan gunung prau

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai